Rektor UUI Jadi Keynote Speaker pada AUPF 2015

| 28-11-2015   10:28:07 WIB | dilihat 814 kali

Rektor Universitas Ubudiyah Indonesa (UUI) Prof Adjunct Marniati SE Mkes tampil sebagai Keynote Speaker  pada sesi konferensi pertemuan tahunan Asian University President Forum (AUPF), yang berlangsung di Easeland Hotel, Guangdong University of Foreign Studies, Provinsi Guangzhou, Tiongkok, Jumat (6/11). Rektor dalam presentasinya menyampaikan tentang strategi internasionalisasi pendidikan tinggi berdasarkan best practices yang selama ini dijalankan UUI.


Rektor diminta menjadi Keynote Speaker setelah papernya yang berjudul Sustaining Higher Education Connectivity in Asia through Internationalization : An Experience from Indonesia diterima oleh panitia AUPF. Berbicara dihadapan 168 delegasi dari 23 negara, Rektor UUI menegaskan internasionalisasi pendidikan tinggi merupakan kecenderungan global yang tidak mungkin dihindari. Bahkan di Indonesia, pemerintah telah memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangan jaringan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Landasannya adalah Undang-Undang Perguruan Tinggi dan  Permendikbud No.14 tahun 2014 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi.  Bahkan jauh sebelum Permendikbud diterbitkan, UUI sudah melakukan berbagai inisiasi dan implementasi kerjasama yang telah memberikan kontribusi penting bagi sivitas akademika UUI.


Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan bahwa kerjasama yang dirintis selama ini di bawah jejaring AUPF telah menghasil sejumlah inisiatif-inisiatif baru, seperti konferensi International Joint Conference of Indonesia, Malaysia, Bangladesh and Ireland dan International Art, Creativity and Engineering Exhibition (I+ACEH) 2015 yang digagas oleh UUI bersama sejumlah mitra kerjasama yaitu Unimap, Daffodil International University, Athlone Institute of Technology serta sejumlah mitra lainnya.

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

Hadis-hadis pilihan
" Barangsiapa mengulas Al Qur'an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. (HR. Abu Dawud). Penjelasan: Maksud hadits ini adalah menterjemah, menafsirkan atau menguraikan Al Qur'an hanya dengan akal pikirannya sendiri tanpa panduan dari hadits Rasulullah, panduan dari para sahabat dan ulama yang shaleh, serta tanpa akal dan naqal yang benar. "